Headline

Penonaktifan 194.777 KTP DKI Jakarta Dimulai Maret 2024

×

Penonaktifan 194.777 KTP DKI Jakarta Dimulai Maret 2024

Share this article

BuliranNews, JAKARTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta memastikan KTP DKI milik warga Ibu Kota tetapi tidak lagi tinggal di Jakarta dilakukan mulai Maret 2024. Disdukcapil DKI Jakarta saat ini masih melakukan pendataan dari data acuan usulan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Budi Awaluddin beberapa waktu lalu menegaskan, dari verifikasi yang diperoleh hasil pendataan 2019-2021, diketahui ada 194.777 KTP DKI Jakarta yang non-aktif.

”Ada sejumlah kasus yang menyalahi aturan tata tertib administrasi kependudukan yang melatarbelakangi penonaktifan NIK,” kata Budi.

Dia menyebutkan, banyak penduduk yang sudah tidak tinggal di Jakarta, tetapi tidak memindahkan dokumen kependudukannya; banyak penduduk di luar DKI Jakarta yang memindahkan dokumennya ke Jakarta hanya untuk mendapatkan fasilitas, sedangkan mereka tinggal di luar Ibu Kota.

Kemudian juga didapati adanya yang pindah di dalam DKI Jakarta tetapi tidak memindahkan dokumen kependudukannya ke alamat domisili yang ditempati saat ini. Lalu adanya penduduk Jakarta yang mempunyai NIK ganda dan perlu dilakukan penunggalan NIK.

Disdukcapil DKI Jakarta juga menemukan penduduk Jakarta yang sudah meninggal dan belum dilaporkan ke instansi terkait. Selain itu, ada penduduk Jakarta berdokumen DKI tetapi tidak diketahui keberadaannya.

Menurut Budi, penonaktifan NIK itu sesuai UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan UU No 24/2013. Lalu juga Pasal 96 Huruf f, Permendagri No 95/2019. Juga SE Mendagri No 470/7256/SJ tanggal 27 Desember 2021 dan juga SK Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta No 80/ 2023.

Dari data acuan usulan penonaktifan itu, menurut Budi, Disdukcapil DKI Jakarta saat ini melakukan dan pendataan hingga Maret 2024. Dalam tahapan sosialisasi tertib administrasi kependudukan, Disdukcapil DKI akan melibatkan semua lapisan dari tingkat RT, RW, lurah, camat, dan dasa wisma.

”Jadi kita melibatkan yang di bawah RT, RW, lurah, camat-camat dan Dasa Wisma yang selama ini menyampaikan ke kita,” kata Budi.

Hikmahnya, kata Budi, dengan jangka waktu yang lebih panjang ini Disdukcapil DKI akan mendapatkan data yang lebih akurat lagi. Dengan waktu yang panjang, angka 194.777 NIK tersebut tentunya bisa jadi berkurang dengan verifikasi di lapangan atau bisa jadi bertambah.

Masyarakat juga diminta aktif. Dalam kondisi saat ini, pada Mei sampai Maret 2024, masyarakat bisa mengecek di aplikasi jawara, di https://jawara-dukcapil.jakarta.co.id atau di https://datawarga-dukcapil.jakarta.go.id atau melalui WA Jawara 081285277751. Di situ nanti ada keterangan apakah NIK diusulkan untuk dinonaktifkan atau tidak.