Opini

BRUS dan Tantangan Generasi Muda ke Depan

×

BRUS dan Tantangan Generasi Muda ke Depan

Share this article

Oleh : Zilfa Hamida

PERKEMBANGAN zaman yang sangat cepat sehingga bak memaksa kita berpacu dengan waktu, tentunya menghadirkan banyak dilema bagi generasi muda. Sebab, tak sedikit dari mereka yang masih labil dalam berfikir dan juga menentukan tujuan hidupnya sehingganya menjadi terombang-ambing dengan perkembangan zaman tersebut.

Karenanya, menyiapkan generasi muda yang tangguh, kuat dan tak gampang goyah hanya oleh kemajuan zaman, penting untuk dilakukan. Agar generasi muda ke depan, menjadi generasi hebat, kuat dan tentunya berkualitas.

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui kantor kementerian agama yang tersebar di seluruh pelosok tanah air melakukan terobosan yang bisa dikatakan sangat spektakuler yaitu melaksanakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah ().

Kegiatan dengan sasaran pelajar usia 14 sampai 19 tahun ini, tentu sangat tepat dijadikan sebagai sebuah kajian demi mempersiapkan generasi muda yang diharapkan bisa membawa kemajuan pada bangsa ini kedepannya.

Melalui anak remaja di tingkatan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), ada pesan moral yang dihembuskan. Yaitu bagaimana mereka bisa ikut mencegah terjadinya pernikahan dini dan juga mencegah meningkatnya keberadaan generasi muda dengan pertumbuhan tak normal atau stunting dan tak kalah pentingnya adalah bagaimana mereka bisa paham akan efek dari sebuah pergaulan bebas.

Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) merupakan upaya dari Kementerian Agama untuk membekali para remaja usia sekolah dalam menghadapi yang semakin kompleks. Dua materi pokok atau utama yang disampaikan dalam kegiatan itu adalah Materi Remaja Sehat dan Terampil Mengelola diri.

Dalam kegiatan tersebut, peserta Bimtek akan dibekali dengan sejumlah keterampilan dan tidak melulu menyangkut wawasan dan pengetahuan.

Para fasilitatornya akan diajar sehingga terampil dalam memberikan motivasi kepada anak-anak usia sekolah agar berprestasi, tuntas sekolah, tidak sibuk memikirkan hal yang tak seharusnya mereka pikirkan.