Olahraga

Deretan Striker Tangguh Tim Garuda

×

Deretan Striker Tangguh Tim Garuda

Share this article

Berikut cerita singkat 8 penyerang terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia

HARUS diakui, sejak beberapa tahun terakhir, seperti kehabisan stok penyerang tajam. Maklum, di kompetisi Liga 1, daftar top scorer dikuasai penyerang asing.

Sementara striker lokal sulit bersaing. Faktor minim kesempatan bermain jadi salah satu penyebabnya. Padahal jika melihat ke belakang, Timnas Indonesia pernah melahirkan para penyerang hebat.

seperti dikutip dari Bola.com, pernah memiliki sejumlah striker ganas yang ditakuti kawan dan lawan. Setidaknya ada delapan nama yang bisa mewakili setiap generasinya. Mereka jadi nama-nama yang disegani.

Beberapa pemain mungkin terasa asing di telinga generasi milenial. Sebab, mereka berkiprah beberapa tahun setelah .

Nama-nama seperti Ramang, Soetjipto Soentoro, Bambang Pamungkas, hingga Boaz Solossa menghiasi sosok penyerang tajam Timnas Indonesia dari generasi ke generasi.

Berikut cerita singkat 8 penyerang terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia :

1. Ramang

Pria kelahiran Barru, Sulawesi Selatan, pada 24 April 1924, merupakan salah satu pesepak bola hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Ia meraih banyak kesuksesan bersama klubnya, PSM (dulu Makassar Voetbal Bond) dan juga Timnas Indonesia.

Sukses di klub, Ramang makin berkibar di pentas internasional bersama Timnas Indonesia. Sejarah mencatat, Ramang pernah membuat salah satu kiper, Lev Yashin pontang-panting dalam mengawal gawangnya.

Momen itu terjadi pada Olimpiade Melbourne 1956. Seperti dimuat situs , Ramang membuat bek Uni Soviet dan sang kiper, kewalahan. Indonesia pun berhasil menahan 0-0 walau akhirnya takluk 0-4 dalam laga ulangan.

Ramang melakoni debut bersama Timnas pada 1952. Pemain yang terkenal punya kecepatan di atas rata-rata itu rutin mencetak gol sejak saat itu. Hebatnya lagi, aa mengemas 19 gol hanya dalam 6 laga.

Ia juga mencetak dua gol yang jadi perbincangan hangat via tendangan salto. Tak cukup sampai disitu, Ramang berperan besar atas sukses Timnas Indonesia menyingkirkan China di 1958, menang 4-1 atas Indonesia (Asian Games 1958), dan imbang melawan Jerman Timur 2-2 tahun 1959.

2. Soetjipto Soentoro

Striker yang memiliki panggilan “Gareng” begitu produktif di eranya. Pemain yang memperkuat Persija Jakarta sejak 1964-1971 itu menurut berbagai sumber berhasil mencetak lebih dari 50 gol semasa berkostum Tim Merah-Putih.

Terlepas dari kebenaran jumlah golnya itu, Gareng merupakan sosok yang ditakuti setiap lawan pada masanya walau kariernya di Tim Garuda terbilang singkat. Ia berkiprah bersama Timnas Indonesia selama lima tahun (1965-1970).

Berbagai cerita menarik mewarnai jalan karier striker yang memutuskan pensiun dari Timnas Indonesia saat masih berusia 29 tahun. Ia pernah bersua Feyenoord yang diperkuat Guus Hiddink, dan klub Jerman Werder Bremen.

Saat meladeni klub asal Jerman itu, Gareng membuat publik terkejut. Ia mencetak hattrick saat Timnas Indonesia takluk dengan skor tipis 5-6 dari Bremen. Kabarnya, Gareng, dan dua rekan setimnya, Max Timisela dan John Simon ditawari bermain untuk tim asuhan Herr Brocker usai tersebut.

Setelah itu, Soetjipto membawa Timnas Indonesia juara Piala Emas Aga Khan tahun 1966 dan juara Piala Raja. 1968. Setahun berselang, adik dari Soegijo dan Soegito, yang merupakan pemain Persija tahun 1956-1964, membawa Tim Merah Putih juara Merdeka Games.

Pada 1970, usai pagelaran Asian Games, Gareng yang menyandang status pencetak gol terbanyak Merdeka Games dengan 11 gol, memutuskan pensiun dari Timnas Indonesia pada usia 29 tahun.

3. Ricky Yakobi

Semasa aktif, Ricky Yakobi merupakan striker andalan Timnas Indonesia pada era 1980-an. Ia memperkuat skuat Garuda mulai 1985 hingga 1991.

Prestasi terbaik mantan pemain PSMS Medan dan Arseto Solo itu membawa Tim Merah-Putih meraih gelar SEA Games 1987. Ricky mencetak satu gol kala mengalahkan Burma (sekarang Myanmar) dengan skor 4-1 di semifinal.

Di final, Timnas Indonesia menang tipis atas Malaysia via gol Ribut Waidi. Ricky dkk. berhasil memberikan medali emas pertama bagi Indonesia dari cabang .

Salah satu momen yang tak terlupakan dari sosok Ricky adalah gol indahnya ke gawang Uni Emirat Arab di Asian Games 1986. Pengoleksi dua gelar top scorer Galatama membuat publik terpukau dengan dengan voli jarak jauh yang bersarang ke gawang lawan.

Pasca Asian Games, Ricky menjajal peruntungan dengan bermain di luar negeri bersama klub asal Jepang, Matsushita FC (sekarang Gamba Osaka). Dia menjadi pemain pertama yang bermain di kompetisi Negeri Sakura itu.

Sayangnya, karier Ricky bersama Matshushita tidak berjalan mulus. Ia jarang turun bermain karena lebih banyak diterpa cedera. Meski begitu, Ricky pernah berujar bahwa pengalaman bermain di luar negeri membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tidak gampang menyerah.

Pada tahun 2020, Ricky tutup usia ketika bermain bola di Jakarta bersama para mantan tanah air.

4. Bambang Nurdiansyah

Karier Banur, sapaan akrab Bambang Nurdiansyah, bersama Timnas Indonesia terbilang awet. Ia berkostum Tim Merah Putih selama 11 tahun (1980-1991).

Pria yang memutuskan berkarier sebagai pelatih seusai gantung sepatu ini sudah memperkuat Timnas Indonesia sejak level junior. Prestasi terbaiknya kala mengantarkan Tim Merah Putih juara SEA Games 1991.