Berita

Tingkatkan Stamina dengan Teh Talua

190
×

Tingkatkan Stamina dengan Teh Talua

Share this article

atau teh telur adalah minuman manis khas Sumatra Barat yang dapat dijumpai di lapau, warung tradisional Minangkabau hingga restoran Padang. Minuman ini berupa teh ditambah gula dan telur yang sudah dikocok serta sedikit perasan . Telur yang digunakan umumnya adalah telur ayam kampung atau juga telur bebek. Teh talua biasanya dikonsumsi sebagai penambah stamina kerja.

Cara membuat teh talua cukup mudah. Pertama-tama, telur bebek atau telur ayam kampung dikocok, dicampur sedikit susu dan gula, hingga berbusa. Setelah itu, seduh dengan air teh panas. Sedikit perasan jeruk nipis dapat ditambahkan untuk menyamarkan bau amis dari telur.

Jika didiamkan sejenak setelah diseduh dengan air teh yang panas, teh talua akan menampilkan lapisan yang cukup unik dan rapi. Lapis atas berupa buih, lapis tengah berwarna putih, dan lapis dasar berwarna kecoklatan.

Teh talua adalah minuman tradisional orang Minang, dalam perkembangannya menjadi bagian menu di warung tradisional maupun restoran Padang. Menurut orang Minang dahulu, tidak sembarang orang dapat meminum teh talua. Minuman ini hanya dapat dinikmati oleh bangsawan.

Saat ini, teh talua populer di daerah barat dan tangah pulau Sumatra tempat orang Minangkabau menjadi mayoritas, yaitu Sumatra Barat serta sebagian , Jambi, , dan Sumatra Utara. Orang-orang percaya teh talua baik untuk , terutama untuk laki-laki sebagai penambah stamina.

Bahan-bahan membuat minuman teh talua cukup mudah. Bahan utama untuk membuat teh talua adalah kuning telur dan teh. Telur yang dipakai biasanya telur ayam kampung, meskipun juga bisa diganti dengan telur itik. Putih dan kuning telur dipisahkan, dan yang diambil hanya kuning telurnya saja. Lalu, sediakan teh bubuk secukupnya dan air panas atau air yang baru mendidih sekitar 250 mililiter. Berikutnya, satu atau setengah irisan jeruk nipis. Terakhir, gula sekitar dua atau tiga sendok makan atau juga dapat ditambah sesuai salera.

Kuning telur dimasukkan ke gelas kaca, lalu diberi gula, biasanya dua sendok teh. Sesudah itu, kuning telur dan gula dikocok. Pada zaman dahulu, peralatan untuk mengocoknya adalah lidi-lidi yang sudah diikat berjumlah 20-30 lidi. Sendok atau pegas juga dapat dipakai sebagai alat pengocok. Namun, untuk memundahkan, alat yang digunakan sekarang adalah mikser pembuat kue.

Kuning telur dikocok selama beberapa menit hingga warna kuning telur menjadi agak putih menyerupai eggnog atau kogel moel (minuman sejenis yang terkenal di Eropa dan ). Selanjutnya, masukkan air teh yang mendidih ke dalam campuran tersebut. Teh yang digunakan adalah teh hitam pekat. Air teh dimasukkan tidak sampai penuh ke dalam gelas supaya buih yang dihasilkan tidak tumpah.

Ketika air teh dituangkan, campuran telur yang sudah dikocok naik ke permukaan. Tampilan teh talua akan membentuk dua lapis (bahasa Minang: lenggek): air teh yang warnanya cokelat di lapis bawah dan air berbuih yang warnanya agak putih di lapis atas. Kadang-kadang, tidak jelas betul perbedaan warna di tiap lapisan, tapi yang pasti air di lapis atas punya buih dan warna yang lebih terang daripada air di lapis bawah.