Advertorial

Vitamin Tambahan Melalui Program Bang Wako di Tahun Politik

×

Vitamin Tambahan Melalui Program Bang Wako di Tahun Politik

Share this article

HANYA tersisa delapan bulan, ya delapan bulan. Ada apa dengan delapan bulan tersebut? Delapan bulan ke depan, tepatnya pada 27 November 2024 pilkada serentak se-Indonesia akan berlangsung.

Tentunya hal serupa juga dilakukan di Kota . yang saat ini berkuasa. digadang gadang kembali ikut bertarung

Saat ini, proses menuju perhelatan tersebut telah terlihat secara jelas. Hawa politik lokal pun mulai hangat karena banyak pihak yang berkepentingan dengan hal tersebut mulai mengambil ancang-ancang dan membakar sumbu kompor.

sebagai kota terbesar kedua di Sumatera Barat pastinya tak luput dari suasana tersebut.

selaku walikota tentunya bak singgung yang selalu panas karena dibakar atas bawah serta dari kiri dan kanan.

Siapapun mereka yang menduduki posisi , tentunya merasakan jika masa kepemimpinan saat ini sangat tidak ideal.

Apalagi. Erman Safar dilantik saat Indonesia harus berjuang melawan pandemi Covid-19.

Semua tahu saat Erman disematkan benggol kepala daerah pada 26 Februari 2021, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya reda.

Namun demikian, hal itu tentunya bukan sebuah alasan baginya untuk tidak bekerja.

Erman Safar yang tercatat sebagai kepala daerah termuda di Kota Bukittinggi karena saat itu baru berusia 35 tahun (Erman Safar lahir pada 13 Mei 1986),  bersama wakilnya H. Marfendi, langsung bergerak untuk melepaskan warganya dari belenggu Covid-19 sekaligus membangun kemandirian warganya dengan sejumlah program strategis dan tentunya harus bernas.

Semua orang pasti tahu, di awal pemerintahan Erman Safar -Marfendi, bak berhenti bernafas.

Hampir semua usaha jasa, perdagangan dan juga pariwisata lesu. Sehingga perekonomian Kota Bukittinggi yang memang sangat tergantung pada sekior itu bak dihantam palu sehingga pertumbuhannya cenderunh stagnan.

Sebagai Walikota baru, Erman Safar tentu harus bergerak cepat dan memutar otak. sebab program yang ada di APBD 2021 masih disusun Walikota sebelumnya.

Anggaran belanja modal dominan untuk pembangunan fisik seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Meski banyak pihak yang meragukan kemampuan “anak muda” ini, namun nyatanya dalam 6 bulan pertama memimpin Kota Bukittinggi, Erman Safar berhasil merampungkan RPJMD 2021-2025.

Visi yang diemban Erman Safar adalah Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan ABS-SBK.

Untuk mencapai Visi tersebut, di dalam RPJMD dirumuskan 7 Misi yakni Hebat dalam:

– Peningkatan ekonomi kerakyatan,

– Sektor pendidikan,

– Sektor dan lingkungan,

– Sektor pariwisata, seni budaya dan ,

– Tatakelola pemerintahan,

– Sektor sosial kemasyarakatan,

– Hebat dalam sektor pertanian.

Demi Kesejahteraan

Pada APBD perubahan Erman Safar baru dapat melakukan sedikit pergeseran anggaran.

Beberapa program untuk mendorong pergerakan ekonomi yang sedang stagnan, dilakukan.

Bantuan langsung kepada masyarakat yang kesulitan bahan pangan, berhasil direalisasikan.

Pada tahun kedua atau tahun 2022, Bang Wako, demikian Erman Safar biasa disapa, mulai merealisasikan visi-misi yang ditawarkan saat kampanye.

Di mana, alokasi anggaran diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat dalam APBD 2022 dan 2023 Kota Bukittinggi.

Postur anggaran dan program kerja yang dibuat Erman Safar berbeda secara signifikan dengan walikota sebelumnya.

Berbagai program yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin mulai digulirkan.

Di bidang kesehatan, ada beberapa program dijalankan. Diantaranya adalah, warga dari keluarga miskin dibayarkan iuran BPJS – nya.

Tujuan dari program ini. agar setiap warga kota bisa berobat ke rumah sakit tanpa terkendala biaya.

Setiap tahun juga dianggarkan Rp 9 miliar untuk membayarkan jaminan kesehatan warga kurang mampu.

Pada tahun 2023 kemarin, 95 persen warga Kota Bukittinggi telah memiliki jaminan kesehatan. Untuk berobat warga cukup membawa KTP.

Selanjutnya warga tidak mampu yang bekerja mandiri dan beresiko tinggi, diberi bantuan berupa jaminan sosial tenaga kerja.

Ada 2.918 warga yang mendapat jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Premi (baca; jaminan kecelakaan dan kematian) dibayarkan Pemko setiap bulannya.