Politik

Pemilu Terumit di Dunia : 2660 Partai, 15 Juta Petugas & Nyaris 1 Miliar Pemilih

×

Pemilu Terumit di Dunia : 2660 Partai, 15 Juta Petugas & Nyaris 1 Miliar Pemilih

Share this article

PEMILU di Indonesia yang diikuti 18 nasional plus empat partai lokal (Di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam) ternyata belum apa apa jika dibandingkan dengan di negerinya Nehru.

Bagaimana tidak di negeri yang lebih dikenal dengan tersebut, partai politik peserta pemilu mencapai 2.660.

Untuk pemilih, jangan ditanya lagi. Nyaris satu miliar orang akan memberikan hak suaranya.

Sebagaimana diketahui, India akan menggelar pemilihan umum atau pemilu pada April mendatang.

Pesta demokrasi di negara Selatan ini menjadi sorotan karena skalanya tak tertandingi secara global dan sejarah dalam pemilu.

Tercatat nyaris akan memberikan suara untuk menentukan masa depan India.

Mereka akan memilih anggota parlemen dan juga perdana menteri.

Pemilu kali ini akan mempertemukan perdana menteri petahana, Narendra Modi dan lawannya Mapanna Mallikarjun Kharge yang kini menjawab sebagai Presiden Kongres Nasional India.

Menurut Al Jazeera, sangat kolosal, penuh warna, dan kompleks.

Berikut daftar unik yang berkaitan dengan pemilu India :

1. Berlangsung 7 fase, 82 hari

Proses pemilu akan berlangsung dari 19 April hingga pengumuman pada 4 Juni.

Ketua Komisioner Pemilu India Rajiv Kumar mengatakan pemilu akan berlangsung tujuh tahap.

Kumar menerangkan tanggal pemungutan suara 19 April, 26 April, 7 Mei, 25 Mei, dan 1 Juni.

Beberapa negara bagian akan menyelesaikan pemungutan suara dalam satu hari, sementara negara bagian lainnya akan melakukan pemungutan suara dalam beberapa tahap.

2. Nyaris satu miliar pemilih

Nyaris satu miliar orang atau 969 juta orang akan memberikan hak suaranya.

Mereka akan memberikan suara melalui 5,5 juta mesin pemungutan suara elektronik di 1,05 juta tempat pemungutan suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) India akan mengerahkan sekitar pemungutan suara dan personel keamanan untuk melaksanakan pemilu.

Para petugas nantinya melintasi gletser dan gurun hingga melakukan perjalanan dengan perahu dan helikopter untuk memastikan setiap pemilih dapat memberikan suara.