Arsitektur

Jam Gadang, Ikon Berjuta Pesona

×

Jam Gadang, Ikon Berjuta Pesona

Share this article

merupakan salah satu ikoniknya pariwisata Sumatera Barat. Sehingga ada sebuah kata yang selalu mengatakan, “tak lengkap ke Sumatera Barat tanpa ke dan tak sempurna hadir di Bukittinggi tanpa ke jam gadang”.

Begitulah mujarabnya nama jam gadang dan di jagad pariwisata dan juga Indonesia.

Jam gadang tak hanya jadi landmark bagi Kota Bukittinggi, tapi telah menjadi magnet bagi dunia .

Menara jam ini menjulang setinggi 27 meter dan diresmikan pembangunannya pada 25 Juli 1927.

Jam Gadang memiliki jam berukuran besar berdiameter 80 cm di empat sisi menara sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti “jam besar”.

Meski jam gadang selalu menjadi bahan yang enak untuk didiskusikan, namun tak banyak yang mengetahui fakta yang ada terkait bangunan monumental tersebut.

Yuk ketahui lebih jauh tentang Jam Gadang dari fakta-fakta berikut :

1.

Jam gadang dan Big Ben Tower di Kota London Inggris memiliki jam raksasa yang sama-sama diproduksi di Negara Jerman

Konon kabarnya, jam dengan ukuran besar tersebut hanya diproduksi dua buah saja yaitu untuk Big Ben Tower dan Jam Gadang.

2. Dibangun Tahun 1926

Menara jam gadang mulai dibangun tahun 1926 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

3. Hadiah dari Ratu Belanda

Jam Gadang dibangun pada 1925–1927 atas inisiatif Hendrik Roelof Rookmaaker, kontroler atau sekretaris kota Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Jamnya merupakan hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina.

4. Arsiteknya Seorang Putra Daerah

Arsitek pembangunan menara jam gadang adalah Rajo Mangkuto yang berasal dari Koto Gadang.