Opini

Janganlah Mendahului Tuhan

×

Janganlah Mendahului Tuhan

Share this article

Oleh : Miko Kamal

OVER CONFIDENCE, sepertinya sangat cocok dilabelkan pada seseorang, yang mulutnya selalu saja ceriwis dengan isi kepalanya.

Dia seorang yang terhormat dengan label anggota DPR-RI. Sekarang ini pun, dia kembali mencalonkan diri. Selain wakil rakyat, dia juga jadi ketua tim kampanye daerah pula.

Hampir di setiap kampanye, dia selalu bilang begini: “Pilih yang akan menang. Kenapa pula dipilih yang akan kalah”.

Dengan berkata begitu, dia serupa memastikan calon pasangan Presiden-Wakil Presiden yang akan menang adalah calon yang didukung dan dikampanyekannya. Yang lain pasti akan kalah.

Kata kata yang penuh semangat itu selalu disuarakannya dimana saja dia berada, sepertinya dia telah menerjunkan wangsit atau bisikan dari yang kuasa.

Rakyat senyum-senyum saja mendengarnya. Orang sudah tahu. Tapi, di depan anggota DPR-RI itu, tidak ada yang mau membantah.

Sepertinya, kalimat-kalimat yang diulang-ulang itu disikapi rakyat secara pragmatis saja.

“Buat apa membantah. Tidak ada gunanya. Iya kan saja yang di dia, lalukan pula yang di kita,”.

Mungkin itu yang ada dalam kepala orang-orang yang hampir di setiap pertemuan dan konser mendengar kalimat template anggota DPR-RI itu.

Berbeda dengan orang lain, bagi saya narasi tersebut adalah soal serius. Karena menjudge yang didukungnya pasti menang, bagaikan dia yang membuat permainan itu.