Internasional

Israel Jadikan Sekolah Sebagai Lokasi Eksekusi

×

Israel Jadikan Sekolah Sebagai Lokasi Eksekusi

Share this article

SULIT dipercaya, apa yang ada di benak para tentara . Saar mereka “mendapat angin” dari Amerika dan Inggris meski telah dilarang oleh pengadilan kriminial internasional, tetap saja mereka berlagak pikun.

Bahkan mereka semakin menjadi-jadi pasca vonis yang dijatuhi di Den Haq tersebut.

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan bahwa pasukan pendudukan mengeksekusi 30 dari Beit Lahia, utara Jalur . Hal ini diketahui setelah relawan menemukan jenazah mereka di dalam salah satu sekolah yang dikepung oleh tank lapis baja pasukan penjajah Israel (IDF).

PPS melaporkan bahwa memborgol dan menutup mata para tahanan dengan erat setelah melucuti pakaian mereka.

Dalam pernyataannya, PPS melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah meningkatkan eksekusi lapangan dan penculikan terhadap warga Palestina ketika di Jalur Gaza memasuki hari ke-117.

Terdapat peningkatan kesaksian mengerikan dari para tahanan, termasuk anak-anak dan , yang menjadi sasaran berbagai bentuk penganiayaan, termasuk kekerasan fisik dan psikologis selama penangkapan mereka oleh pasukan pendudukan Israel.

Aljazirah melaporkan, telah mendapatkan keterangan para saksi yang menemukan jenazah-jenazah yang dieksekusi tersebut dan mengidentifikasinya. “Saat kami sedang membersihkan, kami menemukan tumpukan puing di dalam halaman sekolah. Kami terkejut saat mengetahui puluhan mayat terkubur di bawah tumpukan ini,” kata seorang pria.

“Saat kami membuka kantong plastik hitam, kami menemukan mayatnya sudah membusuk. Mereka ditutup matanya, kaki dan tangan diikat. Borgol plastik digunakan pada tangan dan kaki mereka serta tali kain digunakan pada mata dan kepala mereka.”

Selama invasi darat di Gaza, pasukan penjajah menerbitkan gambar dan adegan mengerikan yang mendokumentasikan penangkapan ratusan orang dalam kondisi yang merendahkan martabat manusia.

Mengenai tahanan Gaza yang syahid di dalam penjara Israel, dua dari tujuh tahanan Gaza terbunuh sehingga menambah jumlah tahanan yang meninggal di dalam penjara sejak 7 Oktober tahun lalu (2023) menjadi tujuh orang.

Pada Rabu, pasukan penjajah Israel juga menahan 28 warga Palestina di berbagai wilayah dan Yerusalem Timur. Masyarakat Tahanan Palestina melaporkan dalam pernyataan bersama bahwa penangkapan baru ini menjadikan jumlah total warga Palestina yang ditahan oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober menjadi 6.420 orang.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa warga Palestina menjadi sasaran pemukulan dan pelecehan selama kampanye penahanan Israel. Tentara pendudukan Israel melakukan interogasi lapangan, selain merusak rumah dan properti warga Palestina.