Pengetahuan

Sekarang Bergelimang Kemiskinan, Dulu Negara Ini Kaya Raya

×

Sekarang Bergelimang Kemiskinan, Dulu Negara Ini Kaya Raya

Share this article

BANYAK karena memiliki cadangan sumber daya yang melimpah. Brunei Darussalam, misalnya, kaya raya dari minyak dan gas. Namun, ada juga Singapura, tanpa sumber daya tapi berhasil jadi negara kaya dan penghubung ekonomi di Asia.

Kategori negara kaya atau miskin biasanya diukur dari pendapatan nasional bruto per kapita. Dan banyak negara yang saat ini masuk kategori miskin, menurut standar Bank Dunia, dulunya pernah kaya raya.

Berikut adalah 7 yang pernah kaya :

1. Mali

Mali pernah dikenal sebagai negara kaya. Pada puncak kejayaannya pada tahun 1300, Kekaisaran Mali adalah di dan salah satu negara terkaya di dunia. Bahkan, aisarnya pada abad ke-14, Mansa Musa, yang diyakini sebagai salah satu dalam sejarah.

Mali pernah kaya karena memiliki cadangan emas dunia yang yang diperdagangkan dengan pedagang dari Mesir, Persia, Venesia, dan Genoa.

Setelah kehancuran kerajaan abad ke 16, kekuatan dan kekayaannya berkurang dan belum pulih sejak itu. Saat ini, sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian musiman dan hidup sederhana. memasukkan Mali pada daftar 47 negara dengan pembangunan tertinggal.

2. Irak

Irak adalah salah satu negara dengan tercepat di dunia pada tahun 1960-1970-an. Pendapatannya dihasilkan dari minyak bumi sebagai produsen kedua terbesar di dunia, sekaligus negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Pada tahun-tahun maju tersebut, Irak mencapai kejayaan dalam infrastruktur, perawatan , dan layanan sosialnya. Namun kejayaan Irak pudar setelah terjadi konflik terus menerus dengan negara tetangganya. Kondisi ini diperparah dengan kontroversi perebutan kekuasaan di dalam negeri.

3. Kuba

Kuba sempat menjadi salah satu negara dengan Gross Domestic Product (GDP) per kapita tertinggi di Benua Amerika. Negara ini juga sempat mencatat angka kepemilikan mobil dan telepon tertinggi, serta ikut dalam booming industri gula dan pariwisata. Selain itu, Kuba juga sempat menjadi lokasi favorit Amerika bermain judi.

Sayangnya ketimpangan ekonomi pada 1950-an yang semakin parah membuat rakyat jengah. Kondisi makin parah akibat kekuasaan militer yang represif, kejahatan yang terorganisir, perdagangan narkoba, serta prostitusi.

4. Zimbabwe