Politik

Bolehkah Presiden Berkampanye & Memihak?

×

Bolehkah Presiden Berkampanye & Memihak?

Share this article

PRESIDEN Joko Widodo, di Pangkalan TNI AU Halim Jakarta, menyampaikan bahwa Presiden boleh kampanye dan memihak.

Menurut Jubir Nasional Wilayah Sumbar , pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut secara normatif dapat dibenarkan.

Hal tersebut memang tertulis di dalam Pasal 299 ayat (1) Undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu: “Presiden dan wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan Kampanye”. Akan tetapi, Pasal itu secara teknis sangat tidak mungkin dilaksanakan.

“Secara normatif, Pasal tersebut memang membolehkan seorang Presiden berhak atau dibolehkan melakukan kampanye untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden,” kata Miko.

Tapi, syaratnya kata dia. sangatlah berat yang secara teknis-operasional sangat tidak mungkin bagi Presiden Joko Widodo menggunakan haknya tersebut.

Sebab, ada aturan yang sangat ketat yang harus dilewati Presiden ketika melakukan kampanye untuk salah satu pasangan calon Presiden.

Aturan tersebut termaktub di dalam Pasal 304 UU No. 7 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa dalam berkampanye, Presiden dilarang menggunakan fasilitas negara.

“Yang dimaksud dengan fasilitas negara sangat luas cakupannya. Mulai dari mobil dinas, rumah dinas, sarana perkantoran, dan fasilitas lainnya yang dibiayai oleh APBN,” jelasnya.

Miko balik menanyakan, bagaimana caranya Presiden melepaskan semua fasilitas negara yang sehar-hari melekat pada dirinya ketika berkampanye.