Headline

Warga Israel Yakin Hamas Belum Kalah

×

Warga Israel Yakin Hamas Belum Kalah

Share this article

SEBUAH survey mengejutkan dirilis surat kabar , Maariv, milik Lazar Research Institute for Israel, dimana disebutkan sebanyak 53 persen meyakini bahwa negara mereka belum berhasil mengalahkan .
Sementara 22 persen warga Israel lainnya, justru meyakini bahwa Teluk Aviv telah kalah dalam peperangan di Jalur .

Hasil itu , dipublikasikan pada Jumat (12/1) malam. Ketika ditanya apakah Israel menang atau kalah dalam di Gaza? Sebanyak sembilan persen responden menjawab bahwa mereka telah meraih kemenangan besar.

Sementara 53 persen responden mengatakan bahwa Israel belum menang, tapi sedang dalam proses meraih kemenangan. Sedangkan 22 persen warga Israel percaya bahwa negara mereka sudah kalah dalam peperangan.
Selain itu, delapan persen mengatakan Israel mengalami kekalahan telak. Ada pula delapan persen yang menjawab tidak tahu.

“Mengingat lambatnya kemajuan dalam pertempuran di Jalur Gaza, terus berlanjutnya kebuntuan dalam masalah tawanan Israel, dan perang yang terus berlangsung di bagian utara negara tersebut, Partai Likud (dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin ) menurun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu hanya 16 kursi dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel),” kata Maariv dalam laporannya, dikutip laman Middle East Monitor.

Berdasarkan jajak pendapat, Likud merosot menjadi 16 kursi, kehilangan tiga kursi sejak pekan lalu. Sedangkan Partai Persatuan Nasional yang dipimpin Benny Gantz terus memperkuat posisinya dengan meraih 39 kursi, naik tiga kursi dari jajak pendapat sebelumnya. Sementara itu, partai Yesh Atid yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Yair Lapid memperoleh 13 kursi dibandingkan 14 kursi pada pemilu sebelumnya.

Secara total, pekan ini, koalisi pemerintah yang dipimpin oleh Netanyahu telah turun menjadi 44 kursi, dibandingkan dengan 46 kursi pada jajak pendapat sebelumnya. Sementara partai-partai oposisi telah meningkat menjadi 71 kursi, yang membuat mereka memenuhi syarat untuk membentuk pemerintahan jika pemilu diadakan hari ini.

Saat ditanya: “Siapa yang lebih cocok menjadi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu atau Benny Gantz?” 51 persen warga Israel menjawab Gantz. Hanya 29 persen menjawab Netanyahu. Sedangkan 20 persen lainnya menjawab tidak tahu.

Pada Jumat kemarin, Israel melakukan pembelaan atas kasus dugaan genosida di Jalur Gaza dalam persidangan yang digelar di Mahkamah Internasional (ICJ), Den Haag, Belanda. Tel Aviv membantah tudingan Selatan (Afsel) selaku pihak penggugat yang menyebut operasi militernya di Gaza merupakan genosida.

“Komponen kunci dari genosida, yaitu niat untuk menghancurkan orang, secara keseluruhan atau sebagian, sama sekali tidak ada,” kata tim hukum pemerintah Israel, kepada panel hukum ICJ, dikutip laman Anadolu Agency.

“Apa yang Israel cari dengan beroperasi di Gaza bukanlah untuk menghancurkan masyarakat, namun untuk melindungi rakyatnya yang diserang dari berbagai front, dan melakukannya sesuai dengan hukum, bahkan ketika mereka menghadapi musuh yang tidak berperasaan,” tambah tim hukum Israel.

Tim hukum Israel kemudian menuduh Afsel selaku penggugat memiliki hubungan dekat dengan kelompok Hamas. “Sudah menjadi catatan publik bahwa Afsel mempunyai hubungan dekat dengan Hamas, meskipun mereka diakui secara formal sebagai organisasi teroris oleh banyak negara di dunia,” kata mereka.

“Hubungan ini terus berlanjut bahkan setelah kekejaman yang terjadi pada 7 Oktober (2023). Afsel telah lama menjadi tuan rumah dan merayakan hubungannya dengan tokoh-tokoh Hamas, termasuk delegasi senior Hamas yang mengunjungi negara itu untuk ‘pertemuan solidaritas' hanya beberapa pekan setelah pembantaian tersebut,” tambah tim hukum Israel.