Opini

Calon Presiden Jangan Baperan

×

Calon Presiden Jangan Baperan

Share this article

Miko Kamal

sudah selesai. Agak panas memang. Prabowo “dikeroyok” tanpa perlawanan oleh dua laki-laki tangguh, . Beberapa pengamat berpendapat begitu.

Sebenarnya tidak begitu-begitu amat. Prabowo sempat juga melawan atau menyerang Anies dengan kata-kata keras bahkan cenderung kasar. Kata Prabowo: “Saya menilai anda tidak berhak bicara soal etik karena anda memberi contoh yang tidak baik soal etik”. Perhatikan kalimat Prabowo itu. Diksi yang dipilihnya “anda”, bukan “bapak” atau “mas” yang lebih sopan.

Secara umum, Prabowo memang kalah telak pada debat 7 Januari itu. Nampak benar hilang akalnya melayani pertanyaan dan pernyataan Anies dan Ganjar. Tak ada pilihan lain, pasca-debat, taktik playing victim (PV) mulai dimainkan Prabowo dan timnya. Media sosial tidak sekadar penuh, tapi sesak. Disesaki video-video dan foto-foto Prabowo yang sedang memelas serupa mau menangis. Caption-nya, diantaranya begini: Pak Prabowo adalah orang yang paling ikhlas.

Pesan utama yang hendak disampaikan: meskipun dirujak habis-habisan oleh Anies dan Ganjar, Prabowo tidak melawan demi kepentingan bangsa dan negara, demi NKRI. Begitu benarlah citra (sabar dan ikhlas) yang dibangun tim Prabowo demi menarik simpati publik.

Dalam kita, taktik PV memang sering menuai hasil bagus. Sudah banyak contohnya. Tidak usahlah saya sebut satu persatu.

Salahkah? Tidak. Dalam politik praktis, itu biasa saja. Mau mempersepsikan diri sebagai korban silakan. Mau berperan sebagai lakon yang membunuh banyak penjahat, juga boleh. Penilai akhirnya tentu tetap rakyat pemegang .

Jujur, sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa pada debat kemarin itu. Pertanyaan dan pernyataan Anies dan Ganjar ke Prabowo biasa-biasa saja dalam forum debat. Salah satunya, Anies mengkonfirmasi Prabowo yang punya lahan Hak Guna Usaha seluas 340.000 Hektar. Jika data Anies salah, Prabowo tinggal menyebutkan data yang benar. Misal, dia bisa bilang tidak punya 340.000 tapi punya 339.000 Hektar. Atau beliau bisa bilang, lahan seluas 340.000 Hektar itu bukan milik pribadinya, tapi milik korporasi yang sebagian sahamnya kepunyaannya.

Prabowo juga sangat berhak membantah Ganjar. Capaian Minimum Essential Force (MEF) Kementerian Pertahanan yang sedang dipimpin Prabowo disebut Ganjar jauh di bawah target bisa dibantahnya dengan mengeluarkan data dari sakunya. Misalnya, dia menyebut capaian MEF Kementerian Pertahanan sudah di angka 80%, bukan 65,49% seperti yang dibilang Ganjar.