Kesehatan

Mager Rentan Picu Kanker Pankreas

×

Mager Rentan Picu Kanker Pankreas

Share this article

BELAKANGAN ini, istilah (Malas Gerak) makin intensi terdengar di kuping kita. Mager adalah istilah yang diberikan kepada mereka yang lebih senang tiduran sambil main gadget dari pada beraktifitas.

Para dokter mengungkapkan bahwa hobi rebahan, rajin ngemil, dan jarang melakukan aktivitas bisa memicu munculnya penyakit yang dijuluki silent killer ini.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, mengatakan bahwa sedentary bisa memicu , terutama bagi orang usia muda.

Sebagai informasi, gaya hidup sedentary merujuk pada kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur berupa aktivitas fisik yang sangat minim dan menghasilkan sedikit kalori terbakar, yakni kurang dari satu metabolic equivalent.

Selain gaya hidup sedentary, Prof. Ari mengatakan bahwa gaya hidup yang paling memengaruhi munculnya kanker pankreas adalah kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, kurang beraktivitas, hingga sering mengonsumsi mengandung tinggi lemak.

“Terus terang saja, gaya hidup sedentary yang artinya tadi jarang bergerak, makan tinggi lemak, ini, kan, gaya tren di beberapa anak muda. Makan steak daging setengah matang, kemudian minum alkohol dan merokok itu seperti budaya. Ini dia berisiko untuk terjadi kanker pankreas,” jelas Prof. Ari dalam temu media daring Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pekan lalu.

Prof. Ari menyebut, kanker pankreas umumnya ditemukan pada pasien yang berusia di atas 50 tahun. Namun, seseorang yang berusia muda usia muda juga bisa berisiko terjangkit kanker yang diidap oleh Rizal Ramli ini.

“Apakah ini (kanker pankreas) bisa terjadi pada usia muda? Bisa. Umur 30 tahun, 40 tahun. Saya juga pernah ketemu pasien kanker pankreas tahun,” ungkap Prof. Ari.

Prof. Ari mengatakan, kanker pankreas bisa terjadi tanpa ada gejala tertentu. Biasanya, gejala baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium akhir.