Breaking News

Dua Bom Meledak di Iran, 103 Orang Jadi Korban

×

Dua Bom Meledak di Iran, 103 Orang Jadi Korban

Share this article

DUA ledakan mengguncang Iran, Rabu waktu setempat. Hal ini terjadi saat upacara peringatan kematian Jenderal Qassem Solemaini, yang terbunuh 2020 lalu karena serangan drone Amerika Serikat (AS) saat Donald Trump menjadi presiden.

Setidaknya dalam update terbaru Kamis (4/1), sementara 211 luka-luka. Ledakan pertama dan kedua berjarak 20 menit di lokasi yang hampir sama, di mana warga ramai berkumpul, di kota Kerman, tenggara Iran, tempat Soleimani dimakamkan.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita negara IRNA bahwa dua alat peledak ditanam di sepanjang jalan menuju pemakaman. Namun bom tersebut diledakkan dari jarak jauh.

Video yang disiarkan oleh media pemerintah Iran menunjukkan puluhan mayat berlumuran darah berserakan. Beberapa orang berusaha membantu para peyintas dan yang lainnya bergegas meninggalkan lokasi ledakan.

“Saya mendengar suara yang sangat keras dan kemudian merasakan sakit di punggung saya…kemudian saya tidak bisa merasakan kaki saya,” kata seorang wanita yang terluka karena kejadian itu.

“Suara yang mengerikan terdengar di sana, meskipun keamanan dan keselamatan telah dilakukan,” kata Reza Fallah, Kepala Masyarakat Kerman.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun peristiwa terjadi sehari setelah drone menyerang Beirut, Lebanon, membuat salah satu petinggi Saleh Al Arouri tewas, dan dikhawatirkan meningkatkan eskalasi seiring kemarahan Lebanon, dan Iran.

Ebrahim Raisi mengutuk peristiwa itu sebagai “kejahatan keji dan tidak manusiawi”. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei bersumpah akan membalas dendam atas dua pemboman berdarah tersebut.