Opini

Tips Bepergian Bagi Ibu Hamil

×

Tips Bepergian Bagi Ibu Hamil

Share this article

Oleh : Eni Mardhawati STr Keb

BEPERGIAN adalah sebuah hal yang biasa dan menjadi sebuah kewajaran bagi manusia. Hal ini, tentunya juga berlaku bagi para yang tengah hamil.

Meski tidak ada larangan untuk bepergian bagi mereka, namun bukan berarti kondisi tersebut membuat para perempuan yang tengah berbadan dua harus terus menerus berada di dalam rumah terus menerus.

Adakalanya, ada hal-hal yang membuat perlu mengadakan perjalanan, baik jauh maupun dekat, baik lewat darat, laut, ataupun udara.

Secara umum, seorang ibu hamil memang tidak dilarang untuk melakukan perjalanan atau bepergian, hanya saja perlu kehati-hatian ekstra, karena sekarang ada bayi yang sedang tumbuh di dalam perutnya.

Karenanya, meski ibu hamil tetap dapat bepergian atau melakukan perjalanan, namun ada keterbatasan tertentu yang harus diperhatikan. Soal stamina, misalnya, ibu hamil tentunya akan lebih mudah lelah atau kecapek-an.

Amankah Jauh?

Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, saat yang paling aman bagi ibu hamil untuk melakukan perjalanan jauh adalah pada waktu trimester kedua (usia 18 sampai 24 bulan). Di usia tersebut, biasanya ibu hamil akan merasakan kondisi tubuh yang lebih baik, selain memperkecil kemungkinan terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

Untuk ibu hamil yang telah memasuki trimester ketiga, disarankan untuk tidak bepergian jauh dari rumah atau ke luar kota, untuk menghindari kesulitan penanganan medis apabila sewaktu-waktu mengalami hipertensi, atau kemungkinan kelahiran prematur.

Meskipun di atas dinyatakan bahwa bepergian jauh pada usia kehamilan trimester kedua relatif aman, namun ibu hamil harus tetap mempertimbangkan kemungkinan masalah yang dapat timbul selama perjalanan, khususnya perjalanan internasional (bepergian ke luar negeri).

Kesediaan layanan medis di tempat tujuan dan/atau di tempat transit juga perlu dipertimbangkan, selain juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan jauh tersebut.

Masalah umum yang biasanya dialami ibu hamil selama melakukan perjalanan jauh adalah kelelahan, tidak nyaman pada perut, konstipasi, kram kaki, sering buang ai kecil, hemoroid, juga keluar cairan dari vagina.

Dari beberapa masalah tersebut, berikut ini adalah masalah yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin:

  • Sakit kepala.
  • Terjadi masalah pada penglihatan.
  • Pendarahan.
  • Kram atau nyeri pada perut.
  • Keluarnya cairan atau jaringan kental dari vagina.
  • Kontraksi perut.
  • Pecahnya ketuban.
  • Bengkak pada kaki yang berlebihan.

Untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir masalah yang bisa saja timbul dalam perjalanan selama hamil, berikut ini beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika melakukan perjalanan jauh saat hamil.

  • Hindari dan minuman yang telah terkontaminasi. lbu hamil hanya boleh mengonsumsi makanan yang telah dimasak sempurna serta produk susu yang telah mengalami proses pasteurisasi dan hindari mengonsumsi salad siap saji. Upaya ini bisa menghindari diare, serta infeksi toksoplasma dan listeria, yang bisa menyebabkan masalah serius selama kehamilan.
  • Mintalah ditemani oleh setidaknya satu orang selama perjalanan. Jangan melakukan perjalanan seorang diri.
  • Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan rutin dengan dokter. Karenanya, pastikan bahwa selama perjalanan tersebut, tidak sedang dijadwalkan pemeriksaan rutin dengan dokter.
  • Jika memiliki , perhatikan tunjangan asuransinya. Pastikan bahwa asuransi tersebut masih valid selama perjalanan dan kebijakan asuransi tersebut meliputi asuransi kelahiran.
  • Cari tahu fasilitas medis yang tersedia di tempat tujuan. Fasilitas medis tersebut harus meliputi penanganan beberapa masalah pada kehamilan, serta mampu melakukan bedah caesar apabila dibutuhkan.
  • Pastikan Ibu Hamil tahu golongan darah, untuk berjaga-jaga apabila membutuhkannya.

Tips Perjalanan Jauh Saat Hamil

Pada zaman sekarang, banyak orang yang bekerja di suatu kota atau wilayah tertentu, namun tidak bertempat tinggal di kota tersebut, atau memiliki tempat kerja yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Akibatnya, perjalanan pergi dan pulang kerja pun menjadi perjalanan yang cukup panjang. Ditambah dengan situasi serta kondisi jalan raya yang makin padat, perjalanan itu pun akan terasa lebih berat bagi ibu hamil.

Selama kehamilan, kondisi tubuh mengalami perubahan, khususnya ketika kehamilan semakin besar. Dalam bentuknya yang ringan saja, misalnya, sering buang air kecil. Kondisi ini tentunya akan merepotkan bagi ibu hamil yang setiap hari harus melakukan perjalanan sampai beberapa jam. Belum lagi kemungkinan atas perubahan kondisi tubuh lainnya.

Karenanya, apabila kalian termasuk warga yang juga harus melakukan perjalanan cukup jauh atau cukup lama setiap hari sebagaimana digambarkan di atas, dan saat ini tengah hamil, maka perlu ekstra hati-hati dalam menjaga diri dan kandungan, agar tetap aman dan nyaman selama dalam perjalanan.

Berikut ini tip yang bisa diikuti saat melakukan perjalanan jauh saat hamil :

1. Pakaian

Hindari pakaian yang ketat dan hak sepatu tinggi, dan pilihlah pakaian serta sepatu yang nyaman ketika melakukan perjalanan jauh saat hamil.

Pakaian atau stoking yang ketat, juga sepatu yang kekecilan atau terlalu tinggi, dapat menjadikan sirkulasi darah terhambat, juga menyebabkan bengkak dan rasa tidak nyaman, khususnya di daerah kaki dan telapak kaki.

Selain itu, penggunaan sepatu hak tinggi juga menimbulkan risiko terjatuh dan terpeleset pada wanita hamil. Hal ini disebabkan karena wanita hamil memiliki pusat gaya gravitasi yang berbeda dari orang pada umumnya.

2. Sarapan

Selalu upayakan untuk sarapan, meski dalam jumlah sedikit. Meninggalkan sarapan, apa pun alasannya, bisa berbahaya bagi ibu hamil. Rasa lapar pada pagi hari bisa berdampak buruk pada ibu dan bayi, serta akan membuat Ibu hamil pusing dan lemah karena kurangnya energi.

Karenanya, meski mungkin harus menyesuaikan waktu dengan jadwal bus atau , tetaplah sarapan untuk memberi energi pada tubuh. Meminum segelas susu dengan setangkup roti dan buah dapat dijadikan pilihan sarapan.

Atau, kalau memang sangat terburu-buru, bisa sarapan dengan makanan ringan yang sehat terlebih dulu, baru nanti makan sesampai di tempat kerja.