Olahraga

Tim Kebobolan, Presiden Klub MKE Ankaragucu Tinju Wasit

×

Tim Kebobolan, Presiden Klub MKE Ankaragucu Tinju Wasit

Share this article

BAK laga sepakbola di dunia ketiga, Faruk Koca meninju wasit Halil Umut Meler setelah timnya kebobolan gol penyeimbang pada menit ke-97 dalam hasil imbang 1-1 kontra Caykur Rizespor di Liga Super Turki.

Akibat tak sportif tersebut, Federasi Turki menangguhkan semua pertandingan liga setelah pertandingan liga utama pada Selasa (12/12) dini hari.

“Pertandingan di semua liga telah ditunda tanpa batas waktu,” kata ketua Federasi Sepak Bola Turki (TFF) Mehmet Buyukeksi dalam konferensi pers, dikutip BBC. “Serangan ini merupakan malam yang memalukan bagi sepak bola Turki.”

Meler menerima beberapa pukulan dari para pemain lain saat ia tergeletak di lapangan dan mengalami cedera termasuk patah tulang.

Insiden tersebut memicu kericuhan yang melibatkan para pemain dan ofisial klub.

Koca memerlukan perawatan di rumah sakit, tapi prosedur penahanan akan dilakukan setelah perawatan, kata menteri dalam negeri Turki, Ali Yerlikaya. Yerlikaya menambahkan bahwa beberapa orang lainnya telah ditangkap atas peran mereka dalam insiden tersebut yang dikutuknya

Meler, 37 tahun, adalah salah satu wasit top Turki dan memimpin pertandingan internasional untuk . Ia juga masuk dalam daftar wasit elite UEFA. Dia juga memerlukan perawatan di rumah sakit. Untungnya, dokter kepala rumah sakit tempat dia dirawat, dokter Mehmet Yorubulut, mengatakan, “Tidak ada ancaman jiwa untuk saat ini. Dia hanya mengalami pendarahan di sekitar mata kirinya dan patah tulang kecil.”

Pihak RS akan memantau kondiri wasit hingga pagi karena trauma kepala. Pihak RS akan memulangkannya setelah menjalankan pemeriksaan yang diperlukan pada pagi hari ini waktu setempat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam kejadian yang mengejutkan tersebut. “Saya mengutuk serangan terhadap wasit Halil Umut Meler setelah pertandingan MKE Ankaragucu-Çaykur Rizespor yang dimainkan malam ini, dan saya berharap dia cepat sembuh,” katanya.

Ia mengatakan, berarti perdamaian dan persaudaraan. Olahraga tidak sesuai dengan kekerasan. “Kami tidak akan pernah membiarkan kekerasan terjadi dalam olahraga Turki,” kata Erdogan menegaskan.