Politik

Blunder “Kikis” Elektabilitas Ganjar-Mahfud

×

Blunder “Kikis” Elektabilitas Ganjar-Mahfud

Share this article

PELAN tapi pasti,  elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden - terus mengalami tren penurunan. Lingkaran Survei Indonesia Denny JA mencatat perolehan Ganjar-Mahfud pada September 2023 ada di angka 36,9 persen, kemudian terus menurun di Oktober 2023 dengan 35,3 persen, lalu anjlok di Novemver 2023 dengan 28,6 persen dan kini berada di 24,9 persen.

Angka ini membuat pasangan calon nomor urut 3 ini pun ditempel ketat pasangan calon nomor urut 1 -Muhaimin Iskandar di posisi tiga dengan perolehan 24 persen.

“Kita tadi lihat selisih antara nomor urut 3 dengan nomor urut 1 semakin tipis, kira-kira terjadi karena apa, ini bisa jadi karena memang blunder kubu Ganjar,” ujar Ardian Sopa dalam paparan survei LSI Denny JA bertema Anies atau Ganjar yang Tersingkir Prabowo di Ambang Kemenangan? pada Senin (11/12).

Jika blunder ini tidak ditanggulangi atau ada perubahan strategi maka Ardian menilai memungkinkan Ganjar-Mahfud gugur di putaran kedua. Ardian menyebutkan sejumlah -Mahfud diawali dengan sikap Ganjar yang menolak pada Maret 2023 lalu. Ketika itu, elektabilitas Ganjar berada di 36,2 persen dan turun di April di angka 32,4 persen.

Blunder kedua, kata Ardian, kubu Ganjar atau mengkritik keras Presiden Joko Widodo soal isu dinasti, demokrasi mendung, hingga Neo-Orde baru pada periode Oktober-November 2023. LSI Denny JA pun merekam isu-isu ini mulai berpengaruh pada Oktober dimana elektabilitas Ganjar-Mahfud yang berada di angka 35,3 persen kemudian turun drastis di November awal di angka 28,6 persen.

Selanjutnya di November akhir turun lagi di angka 24,9 persen, sehingga dalam jangka waktu yang tidak relatif lama terjadi penurunan 9,5 persen. “Jadi memang blunder-blunder yang dilakukan itu juga kasus nyata, ini menurunkan elektabilitas dari perorangan maupun capres/cawapres,” ujar Ardian.