Komunitas

Boy Rafli Amar : Jangan Ada Dikotomi Antar Sesama Anak Minang

×

Boy Rafli Amar : Jangan Ada Dikotomi Antar Sesama Anak Minang

Share this article

PERBEDAAN atau sekat, tak boleh ada antar sesama anak bangsa. Justru, perbedaan itu harus dijadikan sebagai bingkai perekat untuk menciptakan rasa persatuan antar sesama elemen sehingga yang didengung-dengungkan bisa terealisasi.

Persatuan dan kebersamaan merupakan sebuah cara untuk merekat atau mengikat perbedaan yang ada. Apalagi antar sesama anak Minang, tentunya “raso badunsanak dan saiyo sakato” yang harus dikemukakan.

Demikian dikatakan oleh tokoh di Jakarta, H Dt Rangkayo Basa saat bertemu dengan yang berada di perantauan.

“Kita harus selalu mengedepankan silaturahmi dan gotong royong. Kalau kedua ini sudah ada, tentunya baru kita bicara sumber daya untuk bergerak maju,” ucap Pak Datuk yang juga berasal dari Kabupaten Agam, tepatnya Koto Gadang ini.

Mambangkik batang tarandam, menurut mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan tiga bintang dipundaknya itu, akan terjadi jika empat komponen di atas bisa dihadirkan dalam setiap lini warga Minang di perantauan.

Tokoh yang namanya disebut-sebut sebagai sosok negeri ini menuturkan, perbedaan yang ada baik perbedaan asal usul, suku, organisasi ataupun pilihan politik bukan sebuah alasan untuk hadirnya sebuah jurang pemisah.