Opini

Bahaya Stres Pada Ibu Hamil

×

Bahaya Stres Pada Ibu Hamil

Share this article

Oleh : Eni Mardhawati STr Keb

SEBUAH penelitian membuktikan bahwa efek saat bisa berbahaya bagi janin yang dikandung. Untuk itu, para ibu hamil harus menetahui penyebabnya, cirinya dan juga cara mengatasinya!

Kehamilan seharusnya merupakan sebuah proses yang membahagiakan bagi seorang yang tengah mengandung. Oleh sebab itu, seorang perempuan yang tengah berbadan dua diharuskan untuk tetap berpikir positif agar terhindar dari stres.

Kenapa demikian? Karena efek stress saat hamil sangat tidak baik bagi ibu yang yang tengah hamil dan juga janin yang dikandungnya. Itulah sebabnya, ibu hamil perlu menjaga kondisi mental dan emosionalnya agar tetap stabil.

The Scientific Association of Psychology dalam sebuah penelitiannya mengungkapkan, efek stress pada ibu hamil bisa berdampak buruk pada janin.

Hormon yang dikeluarkan tubuh si ibu saat stress kala hamil, akan tersalurkan ke bayi sehingga dapat mempengaruhi perkembangannya.

Nah, apa saja dampak yang bisa ditimbulkan akibat sang ibu yang tengah hamil mengalami stres ? Berikut diantaranya :

1. Mempengaruhi Otak Janin

Stres yang sangat parah bisa mempengaruhi proses tumbuh kembang otak janin. Kondisi ini, akan menimbulkan masalah perilaku ketika bayi lahir dan mulai tumbuh.

2. Menghambat Tumbuh Kembang Janin

Seringkali ibu hamil mudah stres, namun dia tak memiliki kemampuan untuk mengendalikan stres tersebut dengan baik. Akibatnya, hal ini memengaruhi proses tumbuh kembangh janin di dalam rahim.

Beberapa data menunjukkan, sfek stres pada ibu hamil menyebabkan bayi lahir prematur atau berat lahir rendah.

Stres mengakibatkan aliran darah ke janin yang penting untuk pertumbuhannya mengalami penurunan akibat hormon yang dikeluarkan si ibu.

3. Bayi Lahir Prematur

Kondisi ibu yang stres juga bisa mempengaruhi kondisi ari-ari bayi. Dimana, plasenta akan memproduksi hormon pelepas kortikotropin atau corticotropin-releeasing hormone (CRH). Hoprmon ini berfungsi mengatur waktu kehamilan.

Kadar hormon CRH yang terlalu tinggi, bisa memproses durasi kehamilan. Akibatnya bayi bisa lahir prematur.

4. Berat Bayi Lahir Rendah

Tingkat stres yang tinggi dan berlangsung lama, dapat menyebabkan masalah . Termasuk kondisi janin dalam kandungan bahkan saat lahir. Stres sangat berpengaruh terhadap berat badan bayi.

Ibu hamil yang mengalami stres atau deoresi selama kehamilan, dapat menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR), yaitu di bawah 2,5 Kg.

5. Pasokan Oksigen untuk Janin Berkurang

Ibu hamil yang merasakan kecemasan dan stres, tubuhnya akan memproduksi hormon epinephrine dan norenephrine yang membuat pembuluh darah menyempit. Sehingga suplai darah dan oksigen ke janin pun berkurang.

Penelitian jangka panjang telah menunjukkan bahwa stres saat hamil, terutama di trimester pertama bisa membuat bayi memiliki kecenderungan punya penyakit jantung, diabetes atau tekanan darah tinggi.

Selain itu, jika si ibu mengalami stres kronis, bisa memengaruhi otak yang berperan dalam emosi dan cara belajar. Sehingga bila si ibu stres, bayi yang dikandungnya bisa beresiko mengalami autisme.

Inilah sebabnya, ibu hamil dilarang stres. Dan dia juga harus sebisa mungkin menghindari kondisi yang menyebabkan dia stres.

Kalaupun ada masalah, segeralah berusaha menyelesaikannya. Fokuslah pada hal positif dan hindari memikirkan hal-hal negatif tentang apapun agar tidak stres.

Gejala Stres Saat Hamil

Hamil atau pun tidak, tubuh yang sedang stres tentunya mengalami perubahan fisik dan kimia. Beberapa gejala stres yang paling umum selama kehamilan adalah sebagai berikut :

  • Peningkatan kadar kolesterol, epinefrin dan nonepinefrin baik disadari ataupun tidak.
  • Peningkatan denyut jantung atau jantung yang berdebar-debar.
  • Sakit kepala.
  • Sakit punggung.
  • .
  • Menggertakkan gigi.
  •  Sulit Berkonsentrasi.
  • Kelelahan berlebihan.
  •  Sulit tidur.
  •  Kehilangan selera makan.
  •  Makan berlebihan.
  •  Perasaan khawatir, frustasi, marah atau sedih.
  •  Kehilangan minat untuk berada di sekitar orang lain.
  •  Kebutuhan berlebihan untuk berada di sekitar orang lain atau merasa takut .

Ciri-Ciri Stres Saat Hamil

Untuk diketahui, stres tidak selamanya buruk. Ketika Anda mampu menanganinya secara benar, sedikit stres dapat membantu Anda menghadapi tantangan baru.

Stres reguler selama kehamilan, seperti tenggat waktu kerja, mungkin tak akan menambah masalah selama kehamilan.